Dibaca: Memuat...
Luka Bukan Kuburan
Karya: NirsamAku kira luka itu kuburan,
tempat semua harapan dikubur hidup-hidup.
Ternyata aku salah.
Luka itu kompos.
Busuk. Perih. Tapi menyuburkan.
Dari patah yang kamu tinggal,
tumbuh punggungku yang kini sanggup berdiri sendiri.
Dari diam yang kamu pilih,
tumbuh suaraku yang berani bilang "tidak".
Dari malam aku pecah di kamar mandi,
tumbuh pagi yang tetap kumask untuk diriku.
Dulu aku minta disiram.
Kini aku jadi hujan untuk diriku sendiri.
Dulu aku minta dijemput.
Kini aku pegang setir dan tentukan arah.
Luka tidak hilang.
Ia jadi cincin di batang pohonku.
Orang bertanya, "kok kuat?"
Aku jawab: "Karena dulu hampir mati,
dan memilih hidup."
Terima kasih untuk sakitnya.
Dari sanalah aku tumbuh lebih tinggi,
dengan akar yang tak mudah dicabut siapa-siapa.
Masaingi, 30 Juli 2026