Karya: Nikita Br Ginting
Dahulu ada bahu tempat aku bersandar,
kini yang tersisa hanya angin yang lewat di teras.
Langkahku masih belajar berdiri,
tapi penunjuk arahnya sudah pulang lebih dulu.
Aku jatuh.
Dan tidak ada tangan besar yang mengangkat.
Aku bingung.
Dan tidak ada suara berat yang menenangkan.
Usia ini masih butuh dipeluk nasehat.
Masih butuh ditegur dengan keras yang lembut.
Tapi malam-malamku sekarang
hanya ditemani tangis yang belajar diam.
Rindu ini tidak berteriak.
Dia duduk di sudut dada,
menjadi sepi yang paling panjang
di antara semua keramaian.
Aku tumbuh sendirian
dengan satu ruang di hati
yang bentuknya tidak bisa diganti siapa-siapa.
Suka,22 agustus 2026