Dibaca: Memuat...
Nan Temu
Karya: Nabila Mahabbatul LatifahAku kian paradoks
Taktikku ambigu
Sisiku berdebar
Namun hati memilih melatonin
Membara, di dalam hasrat dan dopamin
Aku berteriak, memuntahkan materi
Mengusik air basi
Sebelum melihat bias berdepresi
Dipertemukannya invasif yang ngeri
Mataku senyap sebelum diguncang perih
Bahagia di bawah waham nirwana
Meski dicekik gempar, berharap fajar menggambar
Tunduk terus-menerus
Kami yang berlutut pada rel
Perlahan..
Mengerti pulang, bukan berarti harus kembali
Senandikaku terhadap ufuk
Niskala menemu semesta baru
Iris yang pudar membayung
Saat bersujud, meminta maaf, atas doa dan dosa
Otak penuh, seandainya aku ditikung
Apakah masih ada
kesempatan mendapat pendukung?
Namun pendar
memancarkan temaramnya
Merengkuh isiku untuk tetap tumbuh
Sebagai tumbuhan dengan perih dan sendu
Melara adalah hakku
Terimakasih sudah bertahan, nan temu..
Depok, 29-07-26