Dibaca: Memuat...
Tumbuh untuk membungkam
Karya: Nabila Aulia VebrianiDiriku yang tegar hari ini,
ternyata meredam luka yang takkan pernah mati.
Luka datang bagai angin, terbang ke sana kemari,
namun sangat membesat di hati.
Luka singgah ke ruang-ruang yang kosong,
meninggalkan serpihan-serpihan kaca.
Dahulu telinga ini dipenuhi makian yang sombong,
membuat diri tertunduk, kehilangan arah dan rasa.
Mereka menghakimi tanpa pernah mengerti,
melempar tawa di atas raga yang gemetar tertekan,
menghujam kata tajam yang merusak nalar dan hati.
Hari-hari penuh sunyi, serasa hidup dalam kutukan,
meratapi diri, terjebak di sudut ruang kesepian,
berteman air mata yang tak pernah mereka hiraukan.
Namun, raga ini menolak untuk selamanya hancur,
meski badai hinaan sempat membuatku mundur.
Dari gelapnya rundungan yang membikin pilu,
kini aku tumbuh, bersinar, dan membungkam masa lalu.
Labuhanbatu, 30 Juli 2026