MENJELMA AKAR
Karya: MUZA SELVIA LINGGAAku tumbuh di antara sunyi rumah yang mengabaikan dan riuh kantor yang meremehkan.
Di tempat pulang, aku menjadi bayang-bayang yang kerap menampung amarah.
Di tempat berkarya, aku menjadi sasaran sembilu kata.
Padahal, dua ruang itu adalah ritme terbesar yang menyita hariku.
Sempat aku runtuh, kehilangan arah di dasar luka.
Namun, aku sadar: meratapi nasib hanya akan membunuh masa depanku sendiri.
Di balik skenario-Nya yang terjal, aku memilih bangkit dan memeluk kepingan jiwa yang tersisa.
Luka ini tidak lagi kubiarkan menjadi penjara, melainkan hara yang menutrisi akarku untuk tumbuh menjulang.
Aku tak akan lagi bisa diruntuhkan, sebab dari reruntuhan inilah aku merakit kesuksesan dan menegakkan harga diri yang baru.
Medan, 30 Juli 2026