MUHAMMAD RIZKY ZAHRI MANURUNG - Epilog untuk Cita-cita yang pudar (OSN 3.7)

📅 01 Agustus
Dibaca: Memuat...

Epilog untuk Cita-cita yang pudar

Karya: MUHAMMAD RIZKY ZAHRI MANURUNG


Aku menutup lembaran ini dengan dada yang lapang.
Tak ada lagi gema doa yang kupanjatkan di sepertiga malam.
Cita-cita itu kini kulepaskan, bukan karena lemah,
melainkan karena waktu menuntunku pada arah yang berbeda.

Dahulu engkau adalah mercusuar di tengah gelap.
Kusulam harapan dengan kerja keras dan keyakinan.
Namun badai datang, ombak menghantam, dan layar terkoyak.
Maka biarlah kapal ini berlabuh di pelabuhan yang lain.

Aku tidak menyebutnya sebagai kegagalan.
Engkau adalah guru yang mengajarkan arti keteguhan.
Setiap luka menjadi pijakan, setiap air mata menjadi pelajaran.
Namamu akan kusimpan di relung paling sunyi di hati.

Selamat jalan, cita-cita.
Kini aku melangkah, membawa bekasmu sebagai bekal.
Dari puing angan yang runtuh, kutumbuhkan asa yang baru.
Agar hidup tetap bermakna, meski tanpa namamu.


Aras Panjang, 30 Juli 2026