Patah Luka dan Tangis
Karya: Muhammad Razzan KurniawanDi ujung malam yang kian mendingin,
bayangmu melintas membawa dingin.
Ada retak yang senyap di dalam dada,
meninggalkan luka tanpa bersuara.
Janji yang dulu terpahat begitu megah,
kini lebur menjadi debu dan pasrah.
Aku menggenggam sisa-sisa kenangan lama,
di antara sepi yang menikam jiwa.
Air mata luruh tak lagi terbendung,
menetes perlahan di atas takdir yang murung.
Duka ini teramat dalam merajam asa,
memadamkan cahaya di ruang yang hampa.
Hati yang patah kembali berdarah,
menatap bayang langkahmu yang kian jauh melangkah.
Tak ada lagi hangat tempat berlabuh,
hanya sisa peluk yang kian meluruh.
Dalam tangis yang sunyi aku tenggelam,
meratapi kisah cinta yang kini menjadi malam.
Luka ini abadi menari di dada,
menyisakan perih yang tak kunjung sirna.
Kebumen, 29 Agustus 2026