Karya: Krestia Tari
Kala itu, bait-bait angan kita tumpahkan bersama, di antara jemari yang bertaut hangat; segala cita-cita yang kukisahkan padamu kini nyata dengan sangat.
Namun, ruang tunggu takdir ini berubah menjadi teramat sunyi, ketika seluruh mimpi itu mekar tanpa kehadiranmu di sisi.
Aku merayakan jaya dalam dekap kesunyian, memeluk daftar harapan lama yang kini menjelma kenyataan. Bukan lagi "kita" yang bersulang penuh tawa, hanya aku, sang pemenang sunyi yang merawat luka.
Bahagialah bersama dekap yang kau pilih,
biar kurawat sukses ini, meski berselimut perih.
Pontianak, 23 Agustus 2026