Dibaca: Memuat...
Pecah-Belah
Karya: Junita Putri SafarahTenggelam pula aku,
pada air-air kelapa
yang tak tumpah keluar.
Terpenjara pada tempurung
tak kasat mata.
Sabutku terlalu tebal,
dan orang-orang lupa
bahwa aku juga terjatuh
dari pepohonan
yang tak mengizinkanku
hancur sebelum diteguk
dalam-dalam.
Tapi tidakkah mereka melihat,
garis-garis retakan yang makin merekah?
Aku mengeram di balik tandan,
kembali dihancurkan, biar terbelah pula aku.
Airku tak pula mengalir—dipaksa keluar,
diteguk tempurungku sendiri.
Dikikisnya urat-urat dagingku
dalam kerongkongan mereka
yang tak mengerti apa itu kenyang.
Setelahnya? Aku dibuang—
bertumbuh pula tunasku,
dari sisa-sisa aku.
Gresik, 30 Juli 2026