Dibaca: Memuat...
Nyanyian Tulang yang Retak
Karya: IWAN KURNIAWANDi malam yang menelan suara,
aku belajar berbicara lewat diam.
Bukan karena dunia berhenti mendengar,
melainkan karena luka lebih fasih
menyusun kata daripada bibir yang gemetar.
Tulang-tulangku pernah retak
oleh beban yang tak pernah kupilih.
Setiap langkah adalah nyeri,
setiap napas adalah pertanyaan:
masihkah esok menyimpan cahaya?
Namun retak tak selalu berarti akhir.
Di sela-sela patah yang menganga,
tumbuh keberanian seperti akar
yang tak terlihat,
tetapi sanggup memeluk bumi.
Aku tak lagi malu pada bekas luka.
Ia bukan aib,
melainkan peta yang menunjukkan
betapa jauh aku telah bertahan.
Kini, jika angin datang membawa kenangan,
aku tak lagi runtuh.
Aku bernyanyi bersama tulang yang retak,
menjadikan sakit sebagai irama,
dan harapan sebagai nada yang tak pernah padam.
Sebab aku mengerti—
yang paling kuat bukanlah yang tak pernah patah,
melainkan mereka yang tumbuh,
mekar,
dan tetap berjalan
meski pernah hancur di sepanjang perjalanan.
Lubuklinggau, 30 juli 2026