Dibaca: Memuat...
Nama yang Diukir pada Serat Kayu
Karya: Haniyah Syafitri HarahapTidak semua pohon rebah
ketika petir memilihnya sebagai alamat.
Sebagian tetap tegak,
meski batangnya menyimpan gosong
yang tak pernah selesai dijelaskan hujan.
Aku pernah menjadi kayu itu.
Dipahat oleh kehilangan,
diketam oleh kecewa,
hingga serpih-serpih keyakinan beterbangan
tanpa sempat kukumpulkan kembali.
Orang menyebutnya luka.
Aku menyebutnya tangan yang sedang mengukir.
Sebab tidak ada pahatan
yang lahir dari permukaan yang dibiarkan utuh.
Kini, bila jemari waktu
menyusuri serat yang tersisa,
ia akan membaca satu nama
yang tak pernah berhasil dipatahkan:
harapan.
Martebing, 30 Juli 2026