Karya: Hajarul Jannah
Diriku...
Yang penuh luka jiwa
Mau kau bawa ke mana ragaku?
Di mana kau sembunyikan canda tawaku yang menggema?
Tak kusangka...
Hanya dari sebuah kata meremehkan
Bisa membuat seseorang lupa
Betapa berharganya sebuah kehidupan
Mengapa suara itu selalu menggema di telinga
Berbisik tentang kalimat yang tidak semena-mena
""Lebih baik mati, daripada hidup menyiksa""
""Kau sama sekali tidak berguna""
Mengapa perlakuan itu ditujukan padaku?
Aku hanya seseorang yang mengharapkan sebuah ketenangan
Mengapa mereka begitu tidak berperasaan padaku?
Aku hanya ingin terus tersenyum riang
Adakah yang bersedia untuk mengulurkan tangan?
Adakah yang bisa memelukku erat?
Aku berada beberapa meter dari tepi jurang
Diselimuti sebuah harapan yang tak kunjung datang
Apakah aku akan padam?
Apakah aku akan tenggelam?
Tolong, hatiku terkoyak sangat dalam
Bisakah diriku menghilangkan sebuah dendam yang mendalam?
Nafasku hampir tersengal
Kepalaku sangat berisik seperti pasar
Berdiri tegak rasanya sudah tidak masuk akal
Bagiku yang makin samar
Tapi anehnya...
Setiap ragaku berperang dengan jiwanya
Entah mengapa aku lebih memilih tetap bertahan
Meski cahayaku mulai sedikit padam
Tangerang, 26 Agustus 2026