Karya: Ferlin kristian laia
Malam menjadi saksi bisu,
ketika air mata jatuh tanpa suara.
Bukan karena aku ingin terlihat lemah,
tetapi karena hati sudah terlalu lama menyimpan luka.
Ada rindu yang tak pernah tersampaikan,
ada kehilangan yang sulit dilupakan,
dan ada seseorang yang masih dirindukan,
meski hanya bisa dipeluk dalam kenangan.
Aku tersenyum di hadapan semua orang,
seolah-olah hidupku baik-baik saja.
Namun ketika sendiri,
air mata kembali bercerita tentang hati yang terluka.
Jika tangis adalah cara hati berbicara,
biarkan ia mengalir malam ini.
Sebab terkadang, kita tidak membutuhkan nasihat,
kita hanya ingin seseorang berkata,
“Tidak apa-apa untuk menangis.”
Semoga setelah air mata terakhir jatuh,
hati menemukan sedikit ketenangan,
dan esok aku mampu tersenyum lagi,
bukan karena sudah melupakan luka,
tetapi karena telah belajar menerima
Hilinamezaua 24 Agustus 2026