Dibaca: Memuat...
Santapan Renik Tanah
Karya: FERI NUR DIAN SYAHSetiap bangun pagi kusapa bungaku
Yang kelopaknya pucat dipagut waktu
Tangkainya terkulai di sela kerikil bisu
Di dalam pot kaca bening yang retak
Arunika berderai di rusuk-rusuk loteng
Angin merayap dingin di sudut lengang
Menerbangkan selaksa debu yang usang
Menyingkap sisa gelap tirai kusut kamarku
Kupapah rapuhnya ke ambang jendela
Ditemani ampas kopi hitam sisa semalam
Kulilit rekah tajam dengan benang merah
Agar serpih beling tak hafal garis tanganku
Kukenang tajuknya menantang cakrawala
Sebelum amuk gulita meluruhkan mahkotanya
Kini, kubiarkan akarnya menyesap air duka
Hingga lara terurai jadi santapan renik tanah
Di ujung batang kering yang pernah patah
Menyembul seruas pupus membelah resah
Ia berbisik lirih pada tanah yang baru basah
Bahwa badai kemarin kehilangan jalan ke akar
Wonogiri, 30 Juli 2026