Dibaca: Memuat...
Peta yang Kehilangan Utara
Karya: Farchatus ShobirohAku berjalan berteman selembar peta,
menyusuri tingginya gunung, riak sungai,
hingga jalanan panjang tak bernama.
Namun persimpangan ini mendadak asing,
melipat langkahku dalam keraguan.
Arah yang dulu setia, kini enggan dengan perannya
Tak ada yang berubah pada peta itu.
Gunung tetap tegak.
Sungai tetap mengalir.
Jalan-jalan masih saling bertemu.
Hanya satu yang diam-diam menghilang—
Utara tak lagi tinggal di tempat semestinya.
Kucoba bertanya pada langit.
Rasi bintang memilih diam di balik malam.
Matahari sekadar melintas tanpa petunjuk.
Jarum kompas terus bergetar di telapak tangan,
seolah ia pun kehilangan keyakinan.
Barulah kusadari,
barangkali tak ada yang benar-benar berpindah.
Bukan peta yang keliru,
bukan pula utara yang meninggalkan dunia.
Melainkan aku,
yang terlalu lama mengira satu arah adalah tujuan,
Hingga lupa bahwa setiap perjalanan
Selalu menuntut keberanian membaca langit kembali.
Malang, 29 Juli 2026