Akal Sendu
Karya: Fani Amalia RifandaJalan setapak beradu dengan sunyi yang kian pengar,
dalam rintihan lirih merobek sisa pertahanan.
Tiada lagi kata bermakna yang mampu tereja,
jelmaan langit malam yang kehabisan bintang.
Gelap gulita tiada arah dan tujuan.
Guntur menjalar membakar hati tanpa sesal.
Bagaimana raga mampu menerima ketukan pintu takdir,
yang memaksa raga menelan kenyataan yang begitu pahit.
Biarkan mimpi-mimpi indah itu terkubur sepi.
Abadi dalam benak yang kian perih menyayat diri.
Telah hilang masanya sang emas gemilang,
dengan rasa sesak penuh penyesalan.
Surabaya, 30 Juli 2026