Karya: Elena Zatmika Loka
Perayaan tentang tanggal tua,
dimulai kala kalender menyentuh dua puluh lima.
Sesendok nasi tersuap,
berteman setetes kecap,
segenggam ikan asin sudah siap aku santap.
Perayaan tentang tanggal tua,
aku dengar adikku bersuara sedikit meronta,
teringin membeli gulali, rupanya.
Ia merengek, menarik-narik baju ibunda,
meminta segenggam receh tersisa,
yang entah datang darimana.
Ibunda terdiam terasa luka,
jika hari ini habis, besok makan apa?
Perayaan tentang tanggal tua,
lapar aku anggap saudara,
dahaga aku ajak bercengkerama,
menemani keseharian hingga lenyap
tanpa aba aba.
dua lembar uang hijau lusuh tersisa,
cukup bagiku menyambung sisa lara,
ah, begini saja, setiap bulannya.
Bali, 25 Agustus 2026