Dibaca: Memuat...
Calon Yang Gugur
Karya: Divo Alliya PratamaAku masih menyimpan secarik kertas itu
Telah menguning dimakan waktu, tepinya compang-camping
Tinta namaku luruh bersama hujan air mata
Namun goresannya masih berteriak: "Calon Abdi Negara"
Pagi tu aku berpamitan pada rahim yang melahirkanku
Sepatuku memantulkan cahaya, langkahku menantang mentari
Ucapku: "Doakan anakmu lulus, Bu"
Beliau menjawab: "Pulanglah membawa nama baik, Nak"
Surat itu tiba saat langit runtuh dalam tangis
Jariku gemetar membelah amplop yang dingin
Satu kalimat: "Mohon maaf..."
Lalu kulipat rapi, kukubur dalam peti laci
Seragam belum sempat kupakai
Namun telah kubayar dengan mimpi
Kini aku menyambung hidup dengan cara lain
Tangan ini menyapu, menjajakan dagang... agar dapur tak padam
Ibu Pertiwi, maafkan anakmu yang gugur
Walau raga ini tak sempat berselimut lorengmu
Makamku tak bersemayam di tanah
Makamku bersemayam di relung dada kiri
Padang,29 juli 2026