Kehidupan Lama yang Membaik
Karya: Berlian Serevina HarianjaMalam hari ini,
di tengah derunya hujan.
Aku teringat hidupku dahulu.
Kehidupan yang penuh kaca, duri, bahkan seribu sayatan.
Terpaku membisu,
menutup setiap celah,
menutup setiap augan,
agar tidak terdengar oleh telinga ku.
Di antara bayangan semu,
diantara banyak nya cahaya,
tak satupun tergenggam pada saat itu.
Tapi kini...
Terjalani semuanya.
Hingga aku mencapai kemenangan baru.
Berjalan dan berjalan,
berputar mengikuti arahan.
Wahai sang kuasa,
penentu kehidupan seluruh insan.
Kau tahu bagaimana kelamku.
Namun engkau,
Tak pernah memandangku hina.
Lumban Pinasa, 30 Juli 2026.