Dibaca: Memuat...
Prasasti yang tak pernah rumpang
Karya: Annisa RianifitriBeranda purba yang menghadap ke timur
Sebutir sankalpa terpendam di dalam tanah yang bahkan enggan mengingat hujan
Langit tidak menolak, di hanya diam terlalu lama
Hingga akar-akar belajar mencintai kekeringannya sendiri
Di kejauhan, ada lonceng yang selalu berbunyi
Tepat ketika embun hendak menjadi sungai
Setiap dentingnya mampu mengubah sayap menjadi batu
Mengubah ufuk menjadi dinding yang tidak pernah selesai dibangun
Konon setiap insan dilahirkan bersama selembar cakrawala
Entah mengapa, lembar milikku dijahit oleh benang-benang yang terlalu renta
Hingga angin pun takut menyentuhnya
Seakan satu desir saja dapat membuat seluruh semesta kehilangan arah pulang
Aku pernah memungut sepotong fajar yang gugur dari kelopak pagi
Warnanya bening, nyaris menyerupai doa
Yang belum sempat menemukan bibirnya sendiri dan mengenal namaku
Ia telah lebih dahulu dipanggil pulang oleh bayang-bayang yang tidak pernah memperkenalkan wajahnya
Kamis, 30 Juli 2026