Karya: Anis Musdalifa
Hai, bunga matahari
Aku adalah bunga pukul sembilan,
Mekar saat matahari hadir
Menguncup di kala matahari tenggelam
Hai, bunga pukul sembilan
Akulah sang bunga matahari
Selalu mekar menyambut terang
Tampak bahagia dengan warna cerah
Namun merunduk saat malam tiba
Lantas, harus dengan apa kita menyapa?
Apakah dengan tawa atau tangisan yang kita sembunyikan?
Kau sembunyikan tangismu di balik mekarmu
Kusembunyikan tangisku di balik warna cerahku
Untuk apa kita terus menutup kesedihan ini?
Menahan tangis hingga kelopak kita runtuh
Tak perlu berpura-pura tertawa jika hanya membuat kita sesak
Biarkan tangis ini pecah, sebelum kita benar-benar retak
Pematangsiantar, 24 Agustus 2026