Alya Amandari - ARSIP HUJAN (OSN 3.8)

📅 31 Agustus

 ARSIP HUJAN

Karya: Alya Amandari


Di kelopak mata
tersimpan jejak musim—
nama-nama yang terkubur senyap,
rindu yang kehilangan jalan pulang.

Sebutir bening jatuh,
disusul sunyi
yang mengeja luka
tanpa aksara.

Tangis
tak selalu bermahkota duka.
Kadang ia doa yang patah,
kadang lautan rahasia
yang tumpah dari mata.

Biarkan ia mengalir.
Pipi menjadi sungai,
dada menjelma muara.

Tak setiap retak
harus lekas disembuhkan.
Sebab dari celah luka,
cahaya sering menemukan jalan.

Dan ketika hujan reda,
jangan hapus bekasnya.

Simpan setitik—
sebagai tanda
pernah ada hati yang penuh,
hingga langit di matanya
tak mampu lagi menahan hujan.


Bungo, 28 Agustus 2026