Karya: Aisyah Luthfia Arifah
Sunyi yang sepi merayap memeluk jiwa yang merana
Saat waktu senggang datang membawa kembali luka lama
Tentang kejamnya perundungan hitam yang menyiksa dada
Dahulu aku menjerit gundah dalam perih yang menyengat
Memohon bantuan sebuah pertolongan namun semua orang abai
Tiada satu pun jiwa manusia yang sudi mempercayai
Mereka tertawa sangat lebar melihat semua mimpiku berderai
Kini luka kelam itu ku ubah menjadi pemacu semangat
Menghapus tetesan air mata pahit berganti tekad membara
Aku terus melangkah sangat teguh lewati jalan berliku
Membuktikan kepada dunia luas bahwa aku tidak pernah kalah
Tangisan kelam masa lalu kini telah menjadi daya utama
Berdamai dengan takdir pelik dan memeluk erat jiwa diri
Langkah kakiku semakin pasti menyongsong hari esok yang cerah
Menepis semua bayang-bayang kelam yang selalu menguji dada
Depok, 23 Agustus 2026