Yang Tak Pernah Sampai
Karya: Zahwa Az-Zahra Alasta SelianYang Tak Pernah Sampai
Kusimpan satu mimpi di antara doa-doa yang selalu kupanjatkan.
Kupelihara ia dengan sabar,
seperti embun menjaga pagi
agar tetap bening sebelum matahari bersinar.
Waktu demi waktu kulewati.
Kupeluk lelah tanpa suara,
sebab kuyakin setiap langkah mendekatkanku pada harapan.
Namun kenyataan berbalik arah.
Mimpi itu luruh dari genggaman,
tepat ketika hampir kusentuh.
Tak kupungut lagi serpihan itu.
Kutitipkan ia pada tempat
yang dulu mengajariku berharap.
Mungkin ada mimpi yang hanya ingin diperjuangkan,
bukan untuk digenggam.
Maka aku melanjutkan perjalanan.
Bukan karena telah melupakan,
melainkan karena hidup masih menyeru namaku.
Dan di jalan yang belum kutapaki,
aku percaya,
ada tujuan yang menungguku tiba.
Medan, 13 Juli 2025