Menunggu pelangi di tengah badai
Karya: YENI FARIZAHGuntur tagihan menggelegar di atas meja,
hujan resah merembes ke dalam dada.
Kupandangi langit yang enggan terang,
sementara harapan kugenggam agar tak tumbang.
Uang jajan menipis, kantin tak terhampiri,
buku LKS lusuh saksi mimpi ini.
Ibu menenun doa dari benang sabar,
kupakai seragam tambalan dengan tegar.
Malam memanjang tanpa suara,
menyisakan doa yang tak lelah menyala.
Belajar di bawah lampu redup,
kubisiki rumus pada kelam.
Sampai akhirnya, pelangi itu mekar,
di ujung badai, namaku bersinar.
Badai perobek atap cita,
kini alasan aku berdiri, nyata.
Pamekasan, 14 Juli 2026