Barangkali Ini yang Disebut Dewasa
Karya: Wili DesparadaEntahlah.
Akhir-akhir ini aku merasa menjadi seseorang yang jauh lebih sensitif dari biasanya. Entah mengapa, setiap kabar tentang ibu, saudara, keluarga, atau masa depan selalu menemukan jalan untuk membuat dadaku terasa lebih sesak.
Aku tak lagi mampu melewati film, lagu, buku, atau puisi yang menyinggung hal-hal itu tanpa berhenti sejenak. Selalu ada jeda yang panjang. Selalu ada hening yang sulit dijelaskan. Lalu perlahan, tanpa pernah kuminta, air mata memilih jalannya sendiri.
Barangkali aku mulai menyadari bahwa semakin dewasa, semakin banyak hal yang tak bisa kita selamatkan hanya dengan doa atau keinginan.
Dan justru di saat-saat seperti itulah, aku mulai meragukan cinta.
Bukan karena cinta tidak pernah ada, melainkan karena aku tahu ia tidak selalu tinggal. Bahkan cinta yang paling tulus pun dapat memudar, dipatahkan oleh waktu, keadaan, kehilangan, atau kematian.
Maka jika hari ini aku terlihat menjaga jarak dari cinta, bukan karena aku membencinya.
Aku hanya sedang belajar menerima bahwa ada hal-hal yang begitu kita sayangi, tetapi tetap tidak bisa kita miliki selamanya.
Palembang, 19 Juli 2026