Akar yang Memeluk Kapak
Karya: Ummi Nabila PanjaitanKapak tajam yang kau hunuskan pada batangku,
sungguh meninggalkan lara yang membiru.
Aku terjatuh, menahan perih atas luka yang kau beri,
mencoba tegak di atas tanah yang tandus ini.
Dan perihnya luka ini merambat keseluruh jiwa
sebab, gagang kapak yang merobohkanku, ternyata bagian dari ranting masa laluku.
Kau adalah belahan yang berbalik menjadi senjata.
Meski begitu, tak ada dendam yang kupelihara.
Satu hal yang harus dunia sadari, luka-luka ini takkan membuatku mati.
Biarlah hari-hari kulewati dengan air mata, sebab basahnya justru membuat akarku menggila
merambat dalam, mencari sumber kehidupan utama.
Hingga tiba masanya, akar yang kukuh ini, akan memapah kembali batang yang sempat terluka, untuk berdiri tegak, menantang langit yang terbuka.
Sibolga, 20 Juli 2026