Dibaca: Memuat...
Elegi di Penghabisan Arunika
Karya: SyafiqahElegi di Penghabisan Arunika
Pada selembar pagi yang pernah kujaga,
kutitipkan mimpi pada arunika.
Setiap langkah kutata menjadi harapan,
setiap lelah kusemai sebagai keyakinan.
Kupikir cahaya akan selalu setia,
menuntun doa hingga ke muaranya.
Namun waktu datang dengan sunyinya sendiri,
mengubah musim sebelum sempat kupahami.
Satu per satu harapan luruh,
bagai kelopak yang lepas tanpa riuh.
Tak ada suara ketika ia rebah,
hanya gema yang tinggal di relung resah.
Tak lagi kususun angan menjadi menara,
tak lagi kupinjam fajar untuk percaya.
Kubiarkan mimpi menyatu dengan embun,
luruh perlahan di penghujung arunika.
Dan ketika hari akhirnya membuka cahaya,
aku tak lagi bertanya ke mana doa bermuara.
Hanya sepotong langit yang kupeluk dalam diam,
sebagai saksi bahwa harapan pernah bersemayam.
Selebihnya, biarlah menjadi
elegi di penghabisan arunika.
Makassar, 15 Juli 2026