Berpijak Pada Esperanza Anindhita
Karya: SITI FAUZIYATUL KHOLILAHTafsir anganmu terukir indah pada keabadian.
Samudera yang bersatu pada sang pemilik kesetiaan.
Wahai wandoya yang datang penuh kesempurnaan.
Pada aku sang pemilik ada kehidupan.
Kehadiranmu membawaku kepada samudera harapan.
Desir ombak membuatku jatuh berkali-kali.
Daksa yang menopang segala arus permasalahan.
Teruntuk diriku yang tumbuh dari goresan luka.
Datangmu tanpa berkabar.
Pergimu tanpa berpamitan.
Ku tinggalkan secuil gurat amerta.
Dikala atma yang tak sanggup untuk berjuang.
Aku tercipta sebagai insan yang lemah.
Tangisanku adalah sebuah keberuntungan.
Ranjang terbelenggu pada goa kesetiaan.
Wahai aku yang sedang tumbuh dari luka.
Tuban, 13 Juli 2026