DENYUT AIR MATA
Karya: Sekar Ayu FarahitaMalaikat berdiri di daun pintu
Beralas doa yang tak kunjung kering
Sebab sajadah memilih menyerah
Atas air mata yang tak henti berdenyut
Kemana perginya kata yang tak terucap
Apakah menguap di sela sesak
Atau membatu di ujung lidah
Abadi mengiringi langkah yang palsu
Aku ingin tak terlihat
Bolehkah aku tidak melihat
Aku lelah
Untuk hidup dalam kematian
Dinding dibangun bata demi bata
Berhias pecahan kaca
Terlapis getir darah di sudut bibir
Lalu mereka sebut itu rumah
Adik kecil jangan menangis
Mereka tidak jahat
Pisaunya hanya terlalu tajam
Mungkin juga hatiku terlalu lemah
Di hari kematianku nanti
Takkan kalian temukan aku disana
Sebab sudah lama kumakamkan diriku sendiri
Sejak hari pertama mereka sebut aku anak yang gagal.
Karawang, 24 Juli 2026