Angan yang Sempat Padam
Karya: Salwa Aulia NabillahAku pernah jatuh sedalam harapan yang sirna.
Langit ku terasa runtuh, hingga berjalan tanpa arah.
Luka kian menetap, seolah menjadikan hatiku sebuah rumah.
Namun waktu mengajarkan suatu makna:
hidup hanya sekali untuk dijalani,
bukan selamanya tenggelam dalam nestapa.
Pantaskah aku terus memeluk luka
yang tak kunjung reda?
Tidak. Disitulah aku memilih bangkit, meski perlahan.
Pulih bukan berarti melupakan,
melainkan menerima kenyataan.
Harapan yang gugur bukan akhir perjalanan,
sebab selalu ada harapan yang lebih besar di hadapan.
Kini aku melangkah dengan keyakinan.
Luka mungkin meninggalkan kenangan,
tetapi bukan lagi alasan untuk tidak meraih anganan.
Dari setiap air mata lahirlah keberanian,
dan dari luka itu, aku kembali tumbuh.
Bandung, 26 juli 2026