Dibaca: Memuat...
Museum bagi Hal-Hal yang Tak Sempat Hidup
Karya: Sakur Rizki MubarokDi ruang paling sunyi,
beberapa masa depan dipajang tanpa bingkai.
Orang-orang menyebutnya museum,
aku menyebutnya: andai.
Di etalase pertama,
tersusun rapi kata-kata yang tak sempat terucap.
Debu adalah arsip paling setia
bagi segala kemungkinan yang lenyap.
Di lorong berikutnya,
jam-jam berhenti sebelum menjadi esok.
Di sini, masa depan diawetkan
sebelum sempat memiliki detaknya sendiri.
Tak ada penjaga di tempat itu,
sunyi telah diangkat menjadi kurator.
Ia merawat mimpi-mimpi yang gugur,
agar tetap utuh di mata pengunjung.
Ketika pintu terakhir kututup perlahan,
tak ada yang benar-benar kutinggalkan.
Aku hanya pulang...
dari masa depan yang tak pernah diberi kesempatan.
Purwokerto, 21 Juli 2026