Di Balik Bekas Luka
Karya: Saffana Kirana MaharaniAku pernah mengira luka hanya pandai meninggalkan sepi.
Ternyata, diamnya menyimpan ruang untuk belajar berdiri lagi.
Ada hari ketika air mata terasa lebih jujur daripada senyum,
namun waktu mengajariku bahwa rapuh bukan akhir perjalanan.
Bekas yang tertinggal memang tak hilang begitu saja,
tetapi dari sanalah keberanian pelan-pelan bertunas.
Aku memilih memungut serpihan harapan,
menyusunnya menjadi langkah yang lebih tenang.
Kini aku tahu, tumbuh bukan berarti tak pernah terluka, melainkan berani menerima retak sebagai bagian dari cerita,
lalu berjalan dengan hati yang lebih lapang, sebab bunga pun mekar setelah bertahan melewati hujan.
Tangerang, 28 juli 2026