Runtuhnya Mimpi
Karya: Ringgi Ayu Rinjani---
Ayah, Abi, Papah.
Dengan sebutan apapun aku memanggilmu, engkau tetaplah cinta pertama bagiku, anak perempuanmu.
Dan kaulah adalah contoh bagi anak laki-lakimu kelak.
Bentakanmu yang membuatku semakin kuat sampai saat ini.
Ibu, maafkan aku, Ibu.
Maafkan aku karena selalu membuat engkau susah dan payah.
Selalu tidak bisa menjadi anak yang mandiri.
Maafkan aku, Ibu. Aku tidak tau apakah aku masih bisa berdiri di atas kaki sendiri jika tidak ada engkau, wahai ibuku.
Kenapa, Ayah? Kenapa, Ibu?
Kau selalu tidak puas dengan usahaku.
Prestasi itu bukan hanya nilai akademik.
Tidak semua prestasi harus berupa akademik.
Jika seorang anak membantah orang tua disebut durhaka,
lantas bagaimana dengan orang tua yang menusuk sedikit demi sedikit mental anaknya?
Apa karena paras ku yang buruk rupa?
Apa karena kelahiranku yang tidak engkau inginkan, maka dari itu engkau selalu membanding-bandingkan ku dengan anak tetangga?
Aku capek, Bu...
Apa aku salah bu?
tangerang 15 juli 2026