Rekah yang Menumbuhkan
Karya: Rahmi Hidayati TanjungAku pernah mengira luka hanyalah pintu
yang mengantar manusia pada kehilangan.
Ternyata ia juga jendela
tempat cahaya masuk tanpa meminta izin.
Mula-mula aku sibuk menghitung
segala yang patah dan tak kembali.
Sampai kusadari, pohon tak pernah menyesali
daun-daun yang gugur dari tubuhnya.
Ia tetap menumbuhkan musim berikutnya.
Sejak itu, aku berhenti memusuhi luka.
Kubiarkan ia tinggal sebagai pengingat
bahwa rapuh bukan lawan dari kuat,
melainkan akar yang diam-diam
mengajari keberanian bertahan.
Jika hari ini aku masih berdiri,
bukan karena hidup memilihku,
melainkan karena luka
memilihku untuk terus bertumbuh.
Medan, 21 Juli 2026