Dibaca: Memuat...
Mawar Merah yang Menusuk
Karya: Rachel Maya PakidingHatiku hancur kala duri mawar menembus kulitku,
Warna merah kian memenuhi pandanganku,
Layaknya guncangan gempa gemetarlah jariku,
Rona merah menghiasi sekujur tubuh dan wajahku.
Derasnya hujan jatuh dari pelupuk mataku,
Derasnya hujan itu memburamkan pandanganku,
Amigdalaku terpacu membangunkan kortisolku,
Dengungan nyaring mengisi seluruh ruang kepalaku.
Tak dapat kuungkapkan badai yang menerpa hatiku,
Segala harapan yang kugenggam hancur lebur dalam sekejap mata,
Pergi meninggalkanku seperti tak pernah datang padaku,
Kini istana mimpiku hancur bagai pecahan permata.
Andaikan waktu terulang kembali biasakah aku menggenggam sebuah permata?
Andaikan kueratkan genggamanku biasakah permata itu tak lepas dari kepalanku?
Percumakah jari-jariku terluka selama ini?
Ataukah memang aku yang tidak tau diri untuk menyimpan asa?
Sia-siakah Novena yang ku kulafalkan selama 9 malam?
Sia-siakah ku bersimpuh tiap pukul 3 pagi?
Sia-siakah diriku yang berjaga malam selama 3 tahun lamanya?
Sia-siakah buku-buku yang terus kububuhi tinta?
Namun inilah dunia tempat asa dipecahi,
Inilah dunia tempat si kerdil tak dapat meninggi,
Inilah bumi tempat pijakan bagi bendera putih melambai,
Inilah bumi yang terkubur tanah merah ditumbuhi mawar berduri.
Jayapura, 27 Juli 2026