Dilahirkan Luka Dibesarkan Rapuh
Karya: NURUZ ZAHRATUL AINUL HAKIMMungkin aku di lahirkan dari luka, liku-liku, laki-laki dan perempuan.
Yang hilang surganya, dan palsu menggantikan.
Tubuhku yang kecil menangkap raksasa.
Nyaris membunuh telinga dan mataku setiap harinya.
Teriakan, lebam, dan debam pintu.
Kudengar, katanya ibu adalah rembulan yang teduh.
Tempat hatiku mengeja tanpa menggema.
Namun mengapa, dibibirnya penuh raung?
Ditangannya ada petir?
Bersorak, menyambar seisi ruang hatiku
Yang mulai layu.
Kudengar, katanya ayah adalah bintang yang tenang.
Bertaburan cinta memeluk luka.
Namun mengapa, dimatanya penuh pisau?
Dan kepalanya ada batu?
Menusuk, menyiksa kekuatanku
Yang hilang separuh.
Aku menyimpan harap sedalam laut,
Serta do’a seluas semesta.
Agar aku tak mati sebab siksa.
Jember, 23 Juli 2026