Dibaca: Memuat...
Raib Ditelan Realita
Karya: Nurul AristantiaSapuan angin menggeliatkan rambut pendekku
Yang belum lama ini kupotong
Bentuknya tidak lagi rapi
Representasi amarahku yang belum tuntas
Karena masih di ujung jari
Manusia kecil ini menggelar tikar di panggung
Terlalu kecil sampai hanya terjalin dengan angka-angka laporan
Di tengah tingginya gedung-gedung pencium langit
Aku masih berdiri di reruntuhan kemarin
Mengais sisa harga diri untuk besok pagi
Mencari kerja lagi
Menjilat tiada henti seperti anjing tetangga
Kepada orang-orang yang melihatku bukan sebagai manusia
Kepingan otakku kembali memutar tubuhku yang mengendap
Bersama pensil dan pena yang telah aku kubur patahannya
Entah dulu itu kapan waktunya
Sudah lupa, raib ditelan realita
Demak, 28 Juli 2026