Nurhikma Maulidya - Aku Tidak Mati (OSN 3.7)

📅 26 Juli
Dibaca: Memuat...

Aku Tidak Mati

Karya: Nurhikma Maulidya


Aku pernah jadi reruntuhan
di atas reruntuhan itu orang menari
menyebutnya nasib, menyebutnya salahku sendiri
padahal aku hanya perempuan
yang salah lahir di musim yang terlalu kering

Luka-lukaku dulu kubiarkan terbuka
biar angin belajar namaku
biar malam mencatat setiap titik darah
yang jatuh tanpa suara
Kupikir jika aku cukup diam
dunia akan kasihan
ternyata dunia hanya butuh tontonan

Tapi lihat
dari celah tulang yang retak
aku menanam sesuatu
bukan bunga
bukan harapan
hanya sebiji nekat
yang kuberi nama: bertahan

Kusiram dengan air mata
yang dulu kupungut satu-satu dari bantal
Lalu kutunggu
dalam gelap
sambil belajar jadi tanah bagi diriku sendiri

Dan anehnya
yang busuk itu menumbuhkan
yang patah itu mengakar
dari dada yang bolong
tumbuh sayap dari perban dan waktu

Sekarang aku berjalan
membawa kebun di punggung
setiap bekas jahitan jadi garis tahun
setiap nama buruk yang mereka lempar
kujadikan pupuk

Aku bukan mawar yang disiram pagi
Aku ilalang
yang kau bakar, kau cabut, kau injak
besoknya tetap hijau
tetap hidup
tetap menyapa matahari

Jadi jika kau bertanya
kenapa aku masih berdiri
padahal badai sudah mencabut semua
jawabku pelan saja:

karena aku memilih
menumbuhkan luka
daripada mengubur diri
karena ternyata
tempat paling subur untuk mekar
adalah dada yang pernah mati
dan menolak untuk dikubur.


Palu, 26 juli 2026