Nur Izzati Hakiki - Akar yang Lahir dari Retak (OSN 3.7)

📅 28 Juli
Dibaca: Memuat...

Akar yang Lahir dari Retak

Karya: Nur Izzati Hakiki


Luka datang tanpa mengetuk,
membawa sunyi yang menetap di sudut dada.
Ia mengajarkanku bahasa yang tak pernah diajarkan waktu:
bahwa air mata bukan tanda kalah,
melainkan benih yang diam-diam mencari cahaya.

Di sela retak yang kupelihara,
kutanam pagi dengan tangan yang gemetar.
Luka tak lagi kupanggil musuh,
ia hanyalah tanah
tempat harapan belajar berakar.

Banyak yang mengira bunga lahir dari musim yang ramah,
padahal sebagian mekar
setelah hujan paling panjang
mengajarkan langit cara menangis.

Aku tak lagi ingin menghapus bekas-bekas itu,
sebab setiap gurat adalah peta
yang menuntunku pulang kepada diri sendiri.
Jika suatu hari kau melihatku berdiri,
jangan puji kuatku.

Puji luka yang memilih menjadi akar,
bukan belenggu.
Sebab manusia tidak tumbuh karena tak pernah patah,
melainkan karena berani mengubah luka
menjadi cahaya
bagi dirinya dan sesamanya.


Sampang, 21 Maret 2010