Belulang Asa
Karya: Norlaily SakinahKutermenung di sudut bangku tua, dipayungi awang yang tak bertepi
Senyumku merekah di antara bayang yang memudar
Binar mataku menatap cakrawala membiru
Barangkali ia sudi memeluk ragaku yang berselimut lengang
Oh, semesta ...
Tiliklah niskala mimpi pada langit yang kutitipkan doa
Kuukir gemintang asa di pelukan lembut arunika
Kususun lembar mimpi dengan goresan pendar aksara bertinta emas
Kuharap mimpiku tak mengabu di rekah semesta
Oh, betapa malang ...
Mimpiku hancur lebur di hadapan takdir yang enggan berunding
Telah punah asaku dalam senyap malam yang kian temaram
Perlahan luruh dalam rapal sunyi di telapak doa
Duka nestapa bertakhta di rawa lara
Mimpiku karam, menyisakan belulang asa
Oh, Tuhan ...
Biarkan takdirku berlayar menuju rida-Mu
Kupasrahkan asa beserta serpihan mimpiku
Izinkan mimpiku bertunas di antara tanah yang rekah, hingga mekar menuju cahaya keabadian
Tanah Bumbu, 26 Juli 2026