Dibaca: Memuat...
Nisan mimpi
Karya: NOR MAULIDAHLangkahku kau seret,
memaksa mengabdi pada harapmu,
lalu menyiram alkohol ke atas lembar-lembar mimpi
yang kau timbun dengan api.
Sirna, segala cita tertelan bara,
menyisakan air mata yang tak pernah purna.
Kini sesak menetap di seperempat abad,
melumat waktu dalam kefanaan.
Gonta-ganti detik menatap layar,
tanpa pundi yang sepadan.
Apakah kau puas?
Kau patahkan laskar di penghujung pena.
Aku bersorak dalam pilu.
Lembar demi lembar hangus,
berhamburan di genggam angin.
Warnaku tak luput dari pilu,
menyisakan monokrom yang nyaris kehilangan rupa.
Pendengaranku disumpal.
Tak kudengar sedikit pun
kalimat bangga dari lisanmu
atas abadi mu
yang dibangun di atas mahakarya yang kau siakan.
Di detik terakhir ini,
ku titip satu kalimat bangga
di penghujung nisan mimpiku,
agar kelak abu yang tersisa
masih mampu bersaksi
bahwa aku pernah bermimpi.
Rantau bakula, 27 juli 2026