Dibaca: Memuat...
Sembuh, lalu tumbuh.
Karya: Nida Syifa salsabilaKala itu, kusangka luka ialah garis finish.
Ia menggores nama di kulit, meninggalkan malam-malam panjang.
Yang penuh hujan tangis, dan pinta pada semesta.
Ku dudukan diri ini di sudut dinding, menghitung retak di dada.
Namun, tanah mengajariku tuk membisu.
Ia menerima deras hujan menyerapnya.
Lalu, tumbuh sesuatu yang baru.
Perlahan ku belajar tuk membalut diri.
Tidak dengan cara melupakan, namun memahami.
Luka itu masih ada, ia menjadi cincin di batang kuku ku.
Di hari ini, tepat di depan cermin.
Ku bukan lagi seorang korban.
Namun, kebun yang tumbuh dari air mataku.
Wonogiri, 29 Juli 2026