Dibaca: Memuat...
Pujangga Kematian
Karya: Nadira Al Faiza Putri NugrohoMalam ini aku terduduk diam,
dituduh oleh tatapanmu yang terlalu mengenal rapuhku.
Jemarimu tak merengkuh, melainkan menuding.
"Kau hanyalah pujangga kematian,
merajut duka menjadi pakaian,
menulis elegi di setiap tarikan napas."
Aku termangu.
Langit enggan menyisakan bintang,
angin berlalu tanpa menyapa,
dan hujan hanya menumbuhkan kehilangan.
Semesta rupanya telah mufakat meninggalkanku,
membiarkan sang pujangga kematian terkepung sepi.
Namun luka tak pernah meminta disembuhkan.
Ia hanya ingin diakui.
Maka kupungut serpihan diriku
dengan tangan yang tak lagi gemetar.
Jika semesta berpaling, biarlah.
Aku akan belajar menjadi langit bagi diriku sendiri.
Bila kelak mereka tetap memanggilku pujangga kematian,
aku akan tersenyum.
Sebab dari lukalah harapan dilahirkan.
Surabaya, 27 Juli 2026