Anatomi Karsa
Karya: Nabila Yumna FadhilahKala benih suci terikat mantap di dasar
Embun demi embun nasib kuserap dan kujaga
Hingga batang tumbuh segar
Serat-serat berpilin
Menempa tubuh kekar, tak terhalau
Bersemilah daun kemilau serta anak bunganya
Merayakan jaya dengan rekah berwarna
Menegaskan diri seutuh hayat
Langit menutup sumber tetes
Membiarkan terik purba memanjangkan umur
Tanpa teriakan pada cakrawala
Aku memilih menyimak sunyi akan celah
Angin merentangkan tangannya
Dalam diam dia merapuhkan mahkota kubanggakan
Yang dulu purna di pucuk
Kini merunduk,
Meranggas pias tanpa segan
Benih itu nyatanya masih ada
Aku terpaku menghadap badai yang perlahan menghantam
Keputusan langit sah menundukkanku
Biar rontokku menjelma humus yang menghidupi bumi
Ketika langit membunuhku,
Aku memasok karsa di rongga paling dasar
Agar hempasku tidak terlalu telanjang dipandang
Aceh, 19 Juli 2026