Di Balik Sayatan Waktu
Karya: Muhammad NadzrielMalam berselimut cahaya rembulan,
denting jam memecah sunyi yang berlarutan.
Seberkas kenangan kembali menyapa ingatan,
tentang kehilangan yang tak lekang dimakan zaman.
Sesosok perempuan penuh kasih dan ketulusan,
hadir dalam setiap jejak kenangan.
Kepergiannya meninggalkan sayatan,
hingga air mata luruh tanpa sanggahan.
Dialah yang mengenalkanku pada luasnya dunia,
mengajarkanku menghargai setiap makna usia.
Kasih sayangnya menjadi pelita,
yang abadi dalam ruang ingatan dan doa.
Kini aku belajar menerima,
kepedihan yang dulu membelenggu jiwa.
Perlahan luka menjelma keteguhan,
mengajarkanku arti keikhlasan.
Terima kasih telah hadir dalam hidupku, Ibu.
Segala ajaranmu akan selalu kupeluk teguh.
Meski waktu terus menyayat langkahku,
cintamu tetap menjadi cahaya yang menuntunku.
Sangasanga, 23 Juli 2026