Dibaca: Memuat...
Menyulam Emas di Atas Retak
Karya: Lilis SuryaniAda malam yang runtuh tanpa suara,
meninggalkan cawan jiwa yang pecah.
Sepi merayap membawa duka,
menagih takdir yang serasa salah.
Namun, tangan waktu tidak tinggal diam.
Ia mengumpul pecahan yang berhamburan.
Dengan cairan emas dan doa yang dalam,
disambungnya retakan tanpa penyesalan.
Setiap goresan kini menyimpan cerita,
tentang air mata yang lunas dibayar waktu.
Tak ada lagi ketakutan pada cela,
sebab yang patah telah kembali menyatu.
Aku tidak lagi menyembunyikan celah,
sebab di sanalah kilau bermula.
Setiap garis lukamu bukan lagi cela,
melainkan mahakarya yang tak ternilai harganya.
Dulu aku takut pada yang hancur,
kini aku paham arti bertumbuh.
Dari jelaga yang hampir lebur,
lahir jiwa yang jauh lebih tangguh.
Luka ini bukan tanda kekalahan,
melainkan mahkota di atas keberanian.
Bandung, 27 Juli 2026