Dari Akar Renjana, Kita Memekar
Karya: Lalu FahrizalDi bawah temaram pelita yang hampir padam,
kumenatah aksara di mataknya malam.
Menukar peluh demi setetes ilmu,
memikul beban tanpa jeda dan ragu.
Aku lahir dari tanah bersahaja,
tanpa benteng kemegahan dan harta.
Namun di matamu, kupeluk cinta murni,
meski takdir menuntut harga tinggi.
Tembok prasangka bertakhta menuntut restu,
menagih pasti dari jemariku yang berdebu.
Sembilu menoreh luka di bilik dada,
melihat rasa diimpit jurang jelaga.
Namun dengarlah, sang puan penawar duka…
Luka ini bukan tombak pemicu asa.
Ia tanah basah tempat akar bertaut,
membuat keteguhan kita tak goyah diterpa laut.
Di atas reruntuhan air mata pengorbanan,
kita tegakkan mahkota bahagia yang lama diimpikan.
Luka tak pernah hadir membunuh jiwa,
ia ada agar kita tumbuh megah bersama.
Selong, 24 Juli 2026