Dibaca: Memuat...
Menjahit Luka, Menyulam Asa
Karya: Laisha Isna FatikhaDi balik malam yang merajam,
duka memudar dalam benam.
Jarum waktu merajut kesabaran,
menutup perih yang lama tersimpan.
Kusulam asa di atas kain yang koyak,
warna-warna pudar kubuat bermakna,
tak kucari sempurna dalam jahitanku,
cukup menyatu, cukup bertahan.
Dengan benang sabar,
kujajarkan retak demi retak.
Setiap jahitan adalah doa,
setiap simpul adalah ikhlas yang tumbuh diam.
Setiap tusukan adalah langkah pulang,
kutata serpihan menjadi makna,
kubentuk luka menjadi bunga yang mekar.
Kini luka bukan lagi luka,
ia telah menjadi sulaman makna,
dan asa yang dulu nyaris padam,
kini menyala, sunyi, namun abadi.
Kebumen, 29 Juli 2026