Karya: Kinanti Dewi
Di antara sela jeruji kehidupan
Perbatasan antara harsa yang lengkara
Tuhan, batinku menangis lirih meminta
Tuhan, seindah apa di ujung sana
Jiwa mana yang sudi meminang
Sebuah kekalahan dengan sengaja
Rencana mana yang tak ku hapus
Mimpi mana yang tak ku relakan
Luka mengikhlaskan itu diam...
tapi dalam
Harapan yang dulu ku sebut tujuan,
menjadi cerita yang bahkan enggan ku dengar lagi
Bohong jika ku katakan ini tidak berat
Semua mimpi dihancurkan keadaan yang kejam
Beri jeda antara napas, sebelum kembali
merakit lagi dengan tangan penuh dendam
Bukan dunia yang memutuskan aku jatuh
Aku yang menentukan kapan aku tumbang
Di sela retaknya semangat ini,
Ia hadir di balik bayang-bayang kekosongan
Membawa mimpi lama
Menjelma bagai lentera dalam gulita
Mengumpulkan sisa kepingan di bawah reruntuhan
Merangkai kembali sebuah mimpi dari puing-puing kewarasan kemarin
Tuhan, ku ikhlaskan mimpi kemarin
Ku coba berdamai dengan angan
Langkah baru sudah dimulai
Berteman bayang-bayang semu
Semoga masa depanku
Bisa seindah do'a Ibuku
Bandung, 19 Juli 2026